JVPass - Technology and Trending Blog

Akses Yang Merata Ke Motor Telekomunikasi Mendorong Ekonomi

Penjelasan Presiden Indonesia Jokowi tentang prediksi IMF bahwa 60 negara akan runtuh karena krisis multi-isu telah membuka matanya, bahwa dunia sedang sakit. Sri Lanka menjadi korban pertama, bahkan sebelum pandemi COVID-19 terkoyak oleh masalah ekonomi nasional.

Inflasi yang tinggi melanda Sri Lanka – juga Turki yang memiliki lebih dari 70 persen – nilai tukar mata uang turun drastis. Dalam aspek politik, Sri Lanka dilanda perang saudara yang tak berkesudahan.

Ketika Gotabaya Rajapaksa menjadi presiden pada 2019, situasi ekonomi sedang terengah-engah. Hampir 45 persen rakyat Sri Lanka bergantung pada subsidi, utang negara tumbuh, hanya mengandalkan pariwisata internasional sebagai penyelamat.

Tiba-tiba terjadi pandemi, memangkas industri pariwisata sementara pendapatan negara tergerus. Rasio utang di atas 70 persen, dan Raja Kasino Dhammika Perera ditunjuk sebagai Menteri Investasi.

Indonesia berbeda, baik dari segi ekonomi (inflasi, pertumbuhan ekonomi, rasio utang, dll), maupun politik dan keamanan. Terlepas dari masalah krisis ekonomi dunia, hal itu tetap patut diperhatikan.

Langkah pemerintah dalam jangka pendek dimulai dengan meningkatkan devisa negara, khususnya di bidang sumber daya alam. Mengoptimalkan peran usaha rakyat, termasuk UMKM, agar berdaya saing dan minimal produk (baik barang maupun jasa) dikonsumsi di dalam negeri, serta melakukan berbagai kebijakan moneter yang terukur.

Strategi jangka panjang, transformasi dari ekonomi tradisional ke ekonomi digital. Salah satunya, transformasi digital.

Langkah-langkah jangka panjang sedang dipersiapkan, khususnya Revolusi Industri 4.0 yang berbasis digitalisasi segala aspek. Menurut sebuah studi Bank Dunia tahun 2000, setiap 10 persen peningkatan penetrasi broadband di negara-negara berkembang menyumbang 1,38 persen dari produk domestik bruto (PDB) per kapita.

Rapor ekonomi digital Indonesia akhir tahun 2021, sebagai dampak dari pembangunan dan peningkatan kualitas jaringan, menurut Kementerian Keuangan April lalu, nilai ekonomi digital sebesar Rp1.049 triliun. Transaksi e-commerce sebesar Rp 401,25 triliun, 1,73 miliar kali melalui jaringan telekomunikasi.

Menurut Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam, transaksi ekonomi digital Indonesia pada 2025 akan mencapai 124 miliar dolar AS atau Rp 1.780 triliun, yang pada 2020 hanya 44 miliar dolar AS (Rp 635 triliun).

Sementara itu, studi yang dilakukan oleh Google, Temasek dan Bain & Co menyebutkan bahwa 41,9 persen transaksi digital di Asia Tenggara berasal dari Indonesia.

Prioritas Papua

Pelaku ekonomi yang menggunakan pita lebar (broadband), perusahaan dan instansi pemerintah, didukung dengan ketersediaan akses internet yang cepat akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, mobile internet mempengaruhi gaya hidup warga sehingga memunculkan upaya monetisasi untuk segala aktivitas khususnya UMKM.

Salah satu krisis konflik antar negara terjadi pada industri teknologi manufaktur semikonduktor, tidak hanya pada sisi produksi chipset, tetapi juga pada pasokan bahan baku. Kesiapan jaringan (khususnya 5G Huawei yang membuat America fire), dan penerapan aplikasi teknologi yang akan digunakan.

Infrastruktur jaringan telekomunikasi yang vital mendukung semuanya. Industri telekomunikasi telah membuktikan perannya selama dua tahun pandemi Covid-19, mampu menghidupkan kembali perekonomian sehari-hari warga yang harus di-PHK.

Di tengah tugas menghubungkan antar warga, telekomunikasi merambah ke daerah-daerah yang selama ini tidak terjangkau. Bersama Bakti Kominfo, Telkomsel membangun 7.772 BTS 4G di Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua, juga dilakukan oleh XL Axiata dalam jumlah yang lebih kecil.

Papua Prioritas, dan empat wilayah, Papua Barat, Papua Tengah Barat, Papua Tengah Utara, dan Papua Tenggara, akan memiliki akses jaringan internet setara dengan wilayah lain, selesai pada akhir Desember 2022. Hendri Mulya Sjam berharap ekonomi digital tumbuh dan dimanfaatkan oleh seluruh potensi daerah.

Saat memperluas jaringan di wilayah tersebut, Telkomsel menutup layanan 3G-nya, menggantikannya dengan 4G. Melalui evolusi jaringan, kecepatan rata-rata layanan seluler di Indonesia mencapai 23,12 Mbps, di atas rata-rata kemampuan operator dunia.

Kebangkitan ekonomi digital selama empat tahun terakhir menjadi motor penggerak pergerakan ekonomi nasional, menjadi pencapaian tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Nilai ekonomi Sri Lanka selama pandemi hanya mendapat Rp 52 triliun, kecepatan selulernya 16,58 Mbps.

Ketahanan ekonomi domestik menjadi penting agar tidak terjebak dalam krisis moneter. Ketahanan adalah dampak dari proses ekonomi di tingkat akar rumput, melalui kegiatan yang didorong oleh produsen dan konsumen dalam negeri.

Era industri 4.0

Penjualan produk fesyen wanita bisnis online Hany Purnama telah digenjot, mulai dari reseller melalui media sosial, dan kini telah memiliki lapak digital sendiri di berbagai situs e-commerce. Rata-rata, ia mendapatkan omset lebih dari 30.000 alamat dan status per hari. Hany juga telah menjadi produser dengan mereknya sendiri.

Dari NTT ada Meybi Agnesya yang mengubah cara pemasaran dan penjualan konvensional menjadi digital, memanfaatkan jaringan internet broadband yang disiapkan operator. Produk teh daun kelor berkeliaran di seluruh negeri.

Jika proses bisnis dan perdagangan yang melibatkan semua pemangku kepentingan masyarakat – individu dan perusahaan kecil – berjalan, mereka secara otomatis akan menjadi jaring pengaman bagi perekonomian nasional. Telekomunikasi menjembatani seluruh proses melalui informasi dan digital, kemudian industri lain termasuk perbankan, rantai pasokan, transportasi dan logistik, mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Kehadiran jaringan berkualitas tinggi seperti 5G juga menjadi syarat mutlak untuk mempersiapkan laju ekonomi jangka panjang. Infrastruktur fisik jalan, jembatan, pelabuhan atau bandara yang dibutuhkan di era Industri 3.0 sedang dibangun, di era Industri 4.0 infrastruktur internet dan jaringan telekomunikasi berbasis digital sangat dibutuhkan.

Menurut Bank Dunia, ada dua elemen kunci bagi operator telekomunikasi: pertama, menyiapkan infrastruktur digital (fixed dan mobile broadband, kabel serat optik, dll) yang akan menjadi tulang punggung ekonomi digital. Akses ke konektivitas digital harus universal, aman, dan terjangkau.

Elemen kedua adalah melakukan inovasi digital dan kewirausahaan. Hal ini membutuhkan dukungan peraturan pemerintah dan akses ke keuangan.

Elemen lainnya, layanan keuangan dan identifikasi digital, platform digital (e-commerce, e-government, dan sebagainya). Literasi juga merupakan penciptaan tenaga kerja terampil digital yang dapat dilakukan melalui kolaborasi.

Jika seluruh komponen masyarakat dan institusi, baik bisnis maupun non bisnis bekerja sama, Indonesia dapat terhindar dari krisis yang saat ini tengah menghantui puluhan negara di dunia.

referensi artikel:

– https://tekno.kompas.com/read/2022/07/11/13050097/pemerataan-akses-telekomunikasi-motor-penggerak-ekonomi

Share Me On
Get Code

Leave a Comment