JVPass - Technology and Trending Blog

Cek Tips Aman Agar Anda Tidak Mudah Terjerat Pinjaman Ilegal

Pinjaman online (pinjol) berbasis aplikasi yang menggiurkan kemudahan bisa menjebak peminjam yang ujung-ujungnya merugikan diri sendiri. Selain terjebak suku bunga tinggi, mereka juga berisiko diteror para debt collector.

Digital Trainer & COO Kaizen Room, Rizqika Alya Anwar mengatakan, pandemi yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 menyebabkan banyak orang kehilangan pekerjaan sehingga mencari sumber dana lain untuk memenuhi kebutuhannya, salah satu yang paling mudah adalah dengan melamar pekerjaan. pinjaman online.

Dalam webinar bertema “Pilih Pinjaman Online yang Aman” di Tarakan, Kalimantan Utara yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama GNLD Siberkreasi, Anwar berbagi kiat cermat agar tidak terjebak dalam pemberian pinjaman ilegal.

“Lihat lagi tujuan meminjam, apakah karena ada keperluan mendesak atau hanya untuk memenuhi nafsu konsumtif?,” sarannya, dikutip, Rabu (13/7/2022).

Kalau untuk kegiatan produktif dan bisa memberikan keuntungan lebih besar, tambah Anwar, bisa dibilang pinjaman. Jika untuk hal-hal yang konsumtif, hindari menggunakan uang hasil pinjam-meminjam. Pertimbangkan juga kemampuan membayarnya nanti.

Sebagai catatan, kemampuan membayar ini juga terkait dengan besaran bunga, terutama pinjaman yang tidak resmi atau ilegal.

Dalam kesempatan yang sama, Ilham Faris selaku CEO PT Satmaka Raharja dan Digital Strategist menjelaskan, salah satu ciri pinjaman liar adalah bunga pinjaman tidak terbatas, kadang ada yang di atas 0,4 persen per hari, bahkan ada yang sampai 13 persen per hari.

“Suku bunga ini tentu sangat menyesakkan bagi peminjam dan sangat berbeda dengan bunga yang dikenakan oleh bank terpercaya. Ujung-ujungnya peminjam kesulitan membayar,” ujarnya.

Bahkan, kata Ilham, bahkan ada yang berusaha menjual ginjalnya karena terjerat bunga pinjaman yang sangat besar.

Dalam hal ini, Ilham mengingatkan pentingnya menjaga dan melindungi data pribadi yang bersifat rahasia, serta selalu waspada dengan tidak mudah memberikan akses atau mengklik link sembarangan yang diterima melalui SMS dan pesan singkat atau email lainnya.

“Semuanya dimulai ketika kami memberikan akses. Ini harus diingat dengan hati-hati. Kalau sudah diberikan akses, berarti data bisa diambil, diolah, bahkan diperjualbelikan,” ujarnya.

Sementara itu, Muannas selaku Wakil Ketua Mafindo Makassar menambahkan, pemberi pinjaman ilegal biasanya mencuri data pribadi tetapi memberi kesan diberikan izin oleh calon korban dan ini muncul dalam bentuk permintaan akses.

Untuk itu, Muannas mengingatkan, jika ada permintaan izin akses, mohon dipikirkan dan diperhatikan baik-baik apakah permintaan tersebut sesuai dengan aplikasi yang ada.

“Seringkali permintaan akses tidak sesuai dengan fungsi aplikasi yang kita instal. Misalnya, meminta izin untuk mengakses semua kontak kita, itu berbahaya. Jika suatu saat kami meminjam uang dari pinjaman ilegal, semua nomor kontak di perangkat kami juga akan dikirimi pesan penagihan,” katanya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menyatakan, pinjaman online ilegal (pinjol) dan penipuan investasi berkedok binary options atau opsi biner, serta penggunaan robot trading menjadi pekerjaan rumah terbesar bagi para investor. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera diselesaikan.

Pasalnya, peredaran pinjol ilegal dan praktik investasi curang berkedok opsi biner dan robot trading masih mudah ditemukan di dunia digital.

“Kasus-kasus seperti binary option, robot trading, dan pinjaman ilegal masih ada. Dan bisa diakses dengan mudah,” ujarnya dalam Forum Diskusi Pusat Kebijakan Iluni-UI Salemaba di Jakarta, Senin (11/7).

Faktanya, sudah banyak orang yang menjadi korban praktik peminjaman ilegal hingga investasi palsu berkedok opsi biner. Selain itu, nilai kerugian yang ditimbulkan juga sangat besar dan diyakini akan terus bertambah.

Oleh karena itu, Nailul Huda mendesak OJK bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika yang tergabung dalam Satgas Waspada Investasi untuk lebih aktif memblokir pinjaman ilegal dan situs investasi penipuan berkedok binary options atau robot trading. Hal ini untuk mencegah lebih banyak korban berjatuhan.

”Ini bentuk tindakan preventif ya. Perlu tindakan preventif sejak dini,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, menyatakan kegiatan penutupan atau pemblokiran tidak efektif dalam memberantas praktik pinjaman online ilegal. Hal ini karena pinjaman ilegal dapat segera beroperasi kembali dalam waktu yang relatif singkat dengan nama perusahaan baru.

“Karena tadi pagi tutup, sorenya dibuka lagi dengan nama yang berbeda. Dan terus begini,” ujarnya dalam Webinar Pinjaman Online Legal atau Ilegal di Jakarta, Jumat (11/2).

Oleh karena itu, OJK melalui Satgas Waspada Investasi mendorong kerjasama Kementerian/Lembaga terkait untuk bersama-sama memberantas pinjaman ilegal.

Antara lain dengan memperkuat upaya hukum dengan menindak para pelaku yang terbukti terlibat dalam praktik peminjaman uang ilegal untuk menciptakan efek jera.

“Dengan adanya pemberantasan hukum, insya Allah kita bisa meringankan (pinjaman liar) dan segera hilang,” pungkasnya.

referensi artikel:

– https://www.liputan6.com/tekno/read/5012282/tips-aman-agar-tak-terjerat-pinjol-ilegal?

Share Me On
Get Code

Leave a Comment