JVPass - Technology and Trending Blog

Luar Biasa Australia Pakai Teknologi Pengenal Wajah Untuk Penderita COVID-19

Australia menerapkan teknologi pengenal wajah atau face recognition untuk penderita COVID-19. Langkah ini dinilai melanggar privasi.

Penerapan kebijakan ini dilakukan di negara bagian Western Australia. Di sana, jika ada warga tertular COVID-19 ringan atau kontak dengan pasien akan dikarantina di rumah sendiri selama 7 hari.

Selama karantina itu, polisi akan melakukan pengecekan berkala. Penderita COVID-19 diminta mengirimkan foto selfie dalam 15 menit setelah dihubungi polisi.

Nah, foto inilah yang akan diperiksa polisi dengan teknologi pengenalan wajah dan pelacakan GPS. Tujuannya untuk memastikan apakah orang tersebut di rumah atau keluyuran. Jika keluyuran, maka ancaman denda menanti.

Polisi memakai aplikasi G2G buatan Genvis, startup teknologi di Benua Kanguru. Sejak diluncurkan September 2020, sudah 150 ribu orang memakainya di Western Australia.

Teknologi yang sama dari startup berbeda, diuji coba di New South Wales, Victoria, South Australia dan Tasmania. Namun demikian, teknologi semacam ini ditentang di Amerika Serikat.

Dilansir dari BBC, Rabu (13/7/2022) penentangan juga datang dari Komnas HAM Australia dan Amnesty International. Pengumpulan foto wajah dinilai sebagai pelanggaran privasi dan mengarah pada diskriminasi rasial.

“Pandemi menciptakan semua pembenaran baru untuk menggunakan teknologi pengenalan wajah. Apa kita ingin hidup di dunia dimana semua diawasi dan tidak ada ruang pribadi?” kritik Profesor Studi Media Universitas Monash, Mark Andrejevic.

Di Australia, ada beberapa kasus pelanggaran privasi dari teknologi pengenal wajah. 7-Eleven pada Oktober 2021 kedapatan mengumpulkan 1,6 juta wajah pelanggan melalui survei kepuasan pelanggan. Namun, tidak ada sanksi terkait ini.

Sementara, Kementerian Dalam Negeri Australia malah berencana memakai teknologi pengenalan wajah, bagi warga yang ingin mendapatkan layanan dari pemerintah. Pada Januari 2022, mereka sudah menawarkan tender untuk membangun data wajah penduduk Australia.

“Australia sedang bersiap memakai pengenalan wajah untuk akses ke layanan pemerintah. Dan di antara lembaga penegak hukum, pasti ada keinginan untuk memiliki akses ke alat ini,” pungkas Andrejevic.

referensi artikel:

– https://inet.detik.com/cyberlife/d-6177212/australia-pakai-teknologi-pengenal-wajah-untuk-penderita-covid-19

Share Me On
Get Code

Leave a Comment