JVPass - Technology and Trending Blog

Pemanfaatan Teknologi dalam perkembangan di bidang hukum

Pesatnya perkembangan teknologi komunikasi rupanya belum memberikan jaminan kepastian hukum kepada masyarakat. Transaksi yang berjalan selama ini dirasakan hanya teknologi sentris. Karena itu, dampak penggunaan teknologi perlu diatur.

Kemajuan teknologi dalam revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan besar bagi kehidupan sehari-hari. Namun, perkembangan teknologi itu menimbulkan ancaman dan rasa khawatir sekaligus memiliki keuntungan. Misalnya, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), salah satu teknologi yang saat ini banyak digunakan dan dikembangkan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan, salah satunya ilmu hukum.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) Edmon Makarim mengatakan teknologi dari dulu hakikatnya mempermudah manusia. Namun yang terjadi mengakibatkan terjadinya digital imperialisme, dimana teknologi selalu berubah cepat, sehingga perkembangan ilmu hukum pun mengikuti perkembangan teknologi.

Padahal banyak aspek yang perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum memilih teknologi sebagai media untuk memudahkan hubungan satu sama lain. Misalkan saja, lemahnya posisi konsumen ketika harus berhadapan dengan kasus dalam dunia sesungguhnya.

Aizirman Djusan, Staf Ahli Menteri Pendayagunaan Apatur Negara, melihat bahwa masih sedikit yang memikirkan dampak atas perkembangan teknologi ini. Menurutnya, saat ini Indonesia harus lebih konsentrasi dalam mengurusi aktifitas elektronis yang setiap hari mengalami perkembangan.

Teknologi telekomunikasi semakin memudahkan satu dengan yang lainnya untuk berhubungan. Namun sampai dengan hari ini, belum ada perundang-undangan yang memberikan kepastian pada saat keduanya saling berhubungan. “Selekasnya kita harus memiliki undang-undang yang mengatur mengenai perkembangan ini,” ujar Aizirman.

Aizirman berpendapat bahwa era transaksi yang saat ini berjalan seolah tanpa koridor yang pasti. Tidak jelasnya aturan main yang ada, menyebabkan banyak pihak merasa diperlakukan tidak adil.

Menurut Aizirman, seharusnya hal ini menjadi pokok perhatian pemerintah untuk lebih membuka diri dalam menampung keinginan dari masyarakat. “Bila ada suatu peraturan perundangan, tentunya akan membuat kita lebih teratur dalam memanfaatkan teknologi telekomunikasi ini,” katanya.

Menyelematkan hari depan

Inpres No. 6 tahun 2001 mengamanatkan untuk membuat regulasi mengenai cyberlaw. Hal ini tentunya bukan pekerjaan yang mudah dan butuh waktu lama untuk menyelesaikan cyberlaw. “Terutama dalam menyelamatkan hari depan dari digital devide yang menghantui negara berkembang,” kata J.B. Kristiadi, Sekretaris Tim Koordinator Telematika Indonesia (TKTI) pada hukumonline.

 

referensi artikel:

– https://www.hukumonline.com/berita/a/pemanfaatan-teknologi-butuh-kepastian-hukum-hol2766

– https://law.ui.ac.id/v3/hukum-tak-lekang-dengan-teknologi/

Share Me On
Get Code

Leave a Comment